Tuesday, June 03, 2008

bermegah megah dalam beribadah

apakah ada korelasi positif antara masjid yang megah dengan penduduk yang taat beribadah?
pertanyaan ini menjadi semakin mendesak di kala hidup kebanyakan orang tertatih-tatih membeli bensin untuk kendaraan, membeli lauk untuk dimakan, membeli baju untuk dipakai.

kalau yang menjawab tidak ada hubungan akan menggugat: apakah tidak lebih baik uang yang berkarung2 untuk membangun masjid digunakan membantu rakyat yang tertatih-tatih itu? beri mereka bantuan kredit super lunak, gairahkan usaha ekonomi kecil dan menengah, naikkan gaji aparat sehingga tidak menerima suap, thus rakyat akan menjadi semakin sejahtera. dan mereka bisa membangun mesjid sendiri tanpa meminta-minta. tidak perlu membangun satu masjid yang bagaikan istana, tapi bangunlah masjid di mana-mana.

kalau yang mendukung akan membela: rakyat tidak lah begitu lapar, mereka masih bisa menjalani hidup seperti biasa. yang tidak kita punya adalah satu tempat beribadah yang dapat memberikan kebanggaan bagi penduduk semua. penduduk bangga, mereka akan berduyun-duyun datang meramaikan tempat yang mereka banggakan itu. masjid nan kokoh pertanda rakyat yang religius. masjid yang maha besar akan dapat menampung semua penduduk beribadah di dalamnya.

di ranai, tempat saya bertugas telah mulai juga dibangun masjid indah na megah. anggaran daerah sangatlah besar sehingga bisa mencover dua hal sekaligus. bisa membangun islamic center yang terpadu dan bisa pula menyokong ekonomi kerakyatan.

[bisa di lihat di blog teman saya eko untuk foto masjid atau ramonzha untuk rencana pembangunan Gerbang Utara ku]

tapi tetap pertanyaan ini mengusik saya: apakah masjid yang megah berpengaruh terhadap ketaatan penduduk beribadah?

No comments: