Wednesday, July 16, 2008

susahnya untuk tidak korupsi

mengucapkan slogan dan semboyan berantas korupsi tidaklah susah.
menasehati teman, relasi, saudara mara untuk tidak korupsi memang mudah.
tapi korupsi telah merasuk sedemikian rupa ke tingkah laku dan tabiat manusia indonesia.
sehingga ianya menjadi kebiasaan. dan hampir saja menjadi adat istiadat bangsa ini.

orang yang 'melanggar' adat-istiadat menjadi terasing di masyarakatnya sendiri.
orang yang mempunyai kebiasaan yang tidak sama dengan masyarakat sekitarnya dianggap aneh.

begitu juga korupsi.
anggap saja kita berada dalam sistem birokrasi yang korup.
berbuat korup adalah hal yang biasa.
tidak mau korup adalah hal yang luar biasa.
konsekwensinya, kita akan dicap pelit, sok-suci dan kaku.
lingkungan sekitar kita yang akan men-cap stigma seperti itu.

misalkan saja, kita adalah pemimpin kegiatan atau pimpro atau bendahara ataupun bos yang punya kuasa menggunakan uang negara (uang daerah). misalkan saja loh...

lingkungan menganggap kita ikut menikmati (atau kecipratan) uang negara yang kita kelola itu.
bawahan menagih untuk ditraktir makan-makan. sedikit uang untuk lebaran.
atasan menuntut 'setoran'.

tidak dikasih ke kanan-kiri, atas-bawah? -lingkungan akan menganggap kita pelit dan mansur (alias makan surang alias uangnya diembat sendirian). walaupun kita memang benar2 tak dapat apa2, mereka tak peduli.
tidak menerima komisi dari rekanan proyek? -rekanan akan mengira kita ingin uang yang lebih besar lagi. dan lebih besar lagi. mereka akan tetap berusaha memberi kita, otherwise kita akan mendapat masalah.

tidak dikasih ke kanan-kiri, atas-bawah? -lingkungan akan menganggap kita sok-suci, sok pahlawan, sok bersih dan bisa jadi mengganggap kita hipokrit alias munafik.
tidak menerima komisi dari rekanan proyek? -rekanan akan memberi pada teman, saudara, ataupun keluarga kita, karena mereka anggap komisi adalah utang.

tidak dikasih ke kanan-kiri, atas-bawah? -lingkungan akan menganggap kita orang yang kaku pada aturan, kaku pada pasal2 kegiatan, kaku pada pertanggungjawaban keuangan.
tidak menerima komisi dari rekanan proyek? -kita tidak bisa memberi kiri-kanan atas-bawah, dan akibatnya pekerjaan kita bagaimanapun lurusnya, akan dicari-cari kesalahan. tanpa kita mendapat perlindungan dan pembelaan dari siapa2.

begitulah susahnya untuk tidak korupsi di indonesia.

2 comments:

Marlina Juhana said...

Seperti yang Pak Jaya ungkapkan, nampaknya memang susah. Tapi, kelak Anda jangan korupsi Pak, please!

NBC, jangan memaklumi dan jangan sekali-kali luluh hati oleh untaian 'pledoi' dari pelaku korupsi.

bongjun said...

ada teori yang mengatakan kekuasaan itu cenderung korup.sepintas nampaknya benar. tapi sebenarnya kalimat tersebuthendaklah dimaknai sebagi peringatan bagi pemegang kekuasaan di level manapun untuk tidak korup. dan sy optimis ditangan generasi blogger natuna hal tersebut bisa ditekan dan mr.jaya akan mempeloporinya. ya kan bro ?