Wednesday, August 06, 2008

membangun natuna dari titik nol (2)


tapi apa yang terjadi pada saat-saat pertama saya berdinas di ranai? saya hampir menangis.
aduh bagaikan terlempar jauh ke belakang. tidak bisa pakai hp. tidak ada internet. komunikasi mahal, transportasi susah sekali. barang2 kebutuhan sering tidak ada di pasaran. tidak ada mal, tidak ada keramaian. tidak ada tempat yang dituju selain pantai stress lagi pantai stress lagi. jadi stress beneran...dan penderitaan saya menjadi lengkap ketika ditempatkan di dinas yang saya tidak suka. since i believe they put wrong man in the wrong place. walaupun keberadaan kantor tersebut sangatlah dibutuhkan bagi perkembangan natuna, tapi tidak sesuai dengan latarbelakang, pengalaman dan interest saya.

penderitaan saya menjadi bertambah karena kalah bersaing dengan teman sejawat di kantor saya yang jago lobby kiri kanan atas bawah. sehingga membuat saya hanya bisa melongo setiap hari datang ke kantor tidak jelas harus berbuat apa, sebab semua kegiatan yang ada kode proyek sudah ditanganinya. sehingga saya akhirnya nekat melamar beasiswa dan alhamdullihah diterima.

tapi pelan-pelan rasa senang muncul. 4 bulan pertama di ranai, ternyata sinyal hp sudah bisa beroperasi. jalan-jalan perlahan sudah banyak yang diaspal. transportasi ke luar ranai dibenahi, pesawat hampir setiap hari mondar-mandir ke ranai. ruko-ruko sudah banyak dibangun (walaupun banyak yang tak berlistrik), rumah-rumah nan cantik dan banyak pula yang mewah pun sudah mulai menjamur. barang2 sudah tidak begitu mahal lagi. jalan2 sudah mulai sempit dengan banyaknya mobil2 yang berkeliaran. rasanya senang.

No comments: