Monday, July 28, 2008

senangnya untuk tidak korupsi

aduh, sebelumnya maaf ya jika ada yang bosan dengan topik korupsi ini. tapi kayaknya tulisan ini 'terpaksa' untuk merespons atau menanggapi komentar beberapa orang kawan.

sebenarnya jika kita menjalankan tata pemerintahan yang baik dan benar (istilah kerennya 'good governance'), sulit bagi kita untuk berbuat korup. keadaan sekarang malah sebaliknya, susah bagi kita untuk tidak korup.

yang paling gampang untuk tidak korup adalah jangan menerima pemberian dari orang lain, apalagi jika kita curiga ini ada kaitannya dengan jabatan yang kita punya. atau pemberian tersebut dari uang haram. memang sangat tidak mudah untuk menolak pemberian orang. apalagi kalau menolak amplop yang tebal2. tapi begitu kita dapat menolaknya, mudah2an ke depannya lebih gampang menolak. saya pernah mengembalikan duit 1 juta yang dikasih rekan sejawat saya ketika saya hendak berangkat sekolah. dan saya tahu itu adalah tetesan2 dari duit yang tidak jelas. saya kembalikan amplopnya (lewat orang lain, karena belum berani kembalikan sendiri). mungkin dia pikir saya muna-fik dan sok suci atau uangnya kurang banyak atau gengsi -masak cuma sejuta?. tapi saya puas.

kemudian cara lain yang gampang untuk tidak korup adalah jangan menyengsarakan orang dengan memungut atau meminta uang2 yang tidak jelas. in short, jangan pungli terkait jabatan kita. konsekwensinya pasti ada. jika kita menyetor uang pungli ke atasan kita, alamat kita bakal dibuang ke tempat kering. jangan khawatir. tapi jika atasan kita orangnya lurus, dia pasti akan mendukung kita habis2an. pasti ada rekan2 sekantor yang mengira kita menikmati uang pungli tersebut. biarkan saja...

cara lain apa ya? banyak sekali. tapi satu yang pasti. berbuat lebih susah daripada mengamalkannya. alias, lebih gampang mengucapkan daripada melaksanakan. sebab, konsekwensi yang kita dapat seringkali pahit dan tidak menyenangkan. 'tidak dipercaya' mengurus proyek, 'tidak dipercaya' memegang jabatan yang ada duitnya dan dianggap duri yang harus disingkirkan. kebalik kan?

Wednesday, July 16, 2008

susahnya untuk tidak korupsi

mengucapkan slogan dan semboyan berantas korupsi tidaklah susah.
menasehati teman, relasi, saudara mara untuk tidak korupsi memang mudah.
tapi korupsi telah merasuk sedemikian rupa ke tingkah laku dan tabiat manusia indonesia.
sehingga ianya menjadi kebiasaan. dan hampir saja menjadi adat istiadat bangsa ini.

orang yang 'melanggar' adat-istiadat menjadi terasing di masyarakatnya sendiri.
orang yang mempunyai kebiasaan yang tidak sama dengan masyarakat sekitarnya dianggap aneh.

begitu juga korupsi.
anggap saja kita berada dalam sistem birokrasi yang korup.
berbuat korup adalah hal yang biasa.
tidak mau korup adalah hal yang luar biasa.
konsekwensinya, kita akan dicap pelit, sok-suci dan kaku.
lingkungan sekitar kita yang akan men-cap stigma seperti itu.

misalkan saja, kita adalah pemimpin kegiatan atau pimpro atau bendahara ataupun bos yang punya kuasa menggunakan uang negara (uang daerah). misalkan saja loh...

lingkungan menganggap kita ikut menikmati (atau kecipratan) uang negara yang kita kelola itu.
bawahan menagih untuk ditraktir makan-makan. sedikit uang untuk lebaran.
atasan menuntut 'setoran'.

tidak dikasih ke kanan-kiri, atas-bawah? -lingkungan akan menganggap kita pelit dan mansur (alias makan surang alias uangnya diembat sendirian). walaupun kita memang benar2 tak dapat apa2, mereka tak peduli.
tidak menerima komisi dari rekanan proyek? -rekanan akan mengira kita ingin uang yang lebih besar lagi. dan lebih besar lagi. mereka akan tetap berusaha memberi kita, otherwise kita akan mendapat masalah.

tidak dikasih ke kanan-kiri, atas-bawah? -lingkungan akan menganggap kita sok-suci, sok pahlawan, sok bersih dan bisa jadi mengganggap kita hipokrit alias munafik.
tidak menerima komisi dari rekanan proyek? -rekanan akan memberi pada teman, saudara, ataupun keluarga kita, karena mereka anggap komisi adalah utang.

tidak dikasih ke kanan-kiri, atas-bawah? -lingkungan akan menganggap kita orang yang kaku pada aturan, kaku pada pasal2 kegiatan, kaku pada pertanggungjawaban keuangan.
tidak menerima komisi dari rekanan proyek? -kita tidak bisa memberi kiri-kanan atas-bawah, dan akibatnya pekerjaan kita bagaimanapun lurusnya, akan dicari-cari kesalahan. tanpa kita mendapat perlindungan dan pembelaan dari siapa2.

begitulah susahnya untuk tidak korupsi di indonesia.

Tuesday, July 08, 2008

korupsi berjamaah

wah, rasanya kemaren saya pernah berjanji (pada diri sendiri) untuk membuat tulisan berdasarkan puisinya taufiq ismail. tapi, baru sempat terlaksana sekarang. itu puisi tentang korupsi berjamaah.

Indonesia adalah negara paling korup di dunia. sementara di sisi lain, mayoritas penduduk indonesia adalah muslim. thus, kesimpulannya...muslim2 indonesia adalah yang paling korup se-dunia? benarkah? taufiq ismail secara lugas 'membedah' masalah ini lewat puisinya.

bahwa, sejatinya...kita telah melakukan korupsi bersama-sama. berjamaah. ada 'imannya'. ada 'ma'munya'. pemimpinnya korup, rakyatnya juga. dibungkus dengan macam2 cara. uang korupsi dipakai untuk macam2 keperluan. ada yang untuk naik haji, ada yang untuk berjudi. ada yang untuk makan anak-istri, ada yang dipakai memuaskan diri sendiri.

uang panas disumbang ke masjid. dikiranya akan membersihkan (sedikit) dosanya.
koruptor naik haji dari uang komisi 10 percent. dikiranya rekanan (kontraktor) berbaik hati mengongkosi mereka naik haji.
uang suap dipakai untuk mentraktir orang2. biar mereka dikira sebagai orang dermawan yang baik hati lagi berbudi pekerti.

duh...apakah korupsi ini memang tabiat kita ya? sudah mendarah daging, sudah menjadi tradisi? saling memberi memang perbuatan terpuji. tapi kalau pemberian itu dari hasil sunat-menyunat uang proyek, mengorbankan mutu kegiatan, apakah pantas disebut terpuji? masyarakat biasa sebagai pemakai proyek yang bersumberkan keuangan negara (dan daerah) tentu saja merasa terzalimi.

seharusnya dibangun jalan yang bagus dan tahan bertahun2, baru juga diresmikan sudah berlobang2...
seharusnya dibangun sekolah dengan 5 lokal, cuma terbangun 4.
seharusnya dan seharusnya....tapi kenyataanya beda.

Thursday, July 03, 2008

beasiswa ke australia (3)

ini tulisan yang terakhir tentang beasiswa ADS.

dulu, karena belum pernah ada PNS Natuna yang apply ke ADS. saya pakai jalur singkat.
tandatangan atasan di formulir adalah kepala dinas saya. dan surat menyurat kebanyakan memang tandatangan kepala dinas. lebih cepat dan singkat daripada harus bolak-balik ke kantor bupati. setelah dinyatakan resmi menerima beasiswa ADS dan harus mengurus izin tugas belajar, maka mau gak mau saya berurusan dengan kantor bupati (memang lebih lama dan agak berbelit2). ADS sendiri tidak begitu peduli dengan masalah birokrasi ini. sepanjang ada izin dari atasan, ya sudah.

tapi, mudah2an sekarang sistemnya sudah terbangun. bagian UP bisa membantu teman2 sejak dari awal.

beasiswa ke australia (2)

jika teman2 merasa telah memenuhi syarat administrasi (terutama untuk Indeks prestasi atau IP), syarat yang kedua adalah modal keberanian dan nekat.

bahasa inggris memang perlu, tapi jangan nunggu sampai bahasa inggris kita perfect baru kita apply beasiswa ini. kelamaan. bisa disambar orang. saya pikir setiap sarjana S-1 pasti sudah mendapatkan bekal bahasa inggris, betapapun hancurnya itu. no worries. jangan takut. ADS lebih fleksibel dalam masalah nilai TOEFL atau IELTS. mereka tidak membutuhkan standar yang tinggi dan TOEFL nya juga gak musti TOEFL international atau institutional. yang ecek2 juga bisa.

di jakarta (di batam ada juga kali??) banyak lembaga pendidikan bahasa inggris (seperti LIA, Gramedia, english first) mengadakan tes TOEFL yang tesnya bisa kapan saja dan hasilnya bisa ditunggu. iklannya di koran2 banyak banget.

asal memenuhi syarat minimal, aplikan (pelamar) yang berhasil lolos tes wawancara, akan di tes lagi bahasa inggrisnya (IELTS). skor IELTS akan mempengaruhi berapa lama kita menghabiskan waktu untuk les persiapan bahasa inggris di jakarta atau bali. banyak teman2 saya yang bahasa inggrisnya pas-pasan berhasil lulus dan ikut les selama 9 bulan. jadi sekali lagi, jangan khawatir.

apa yang kita isi di lembar formulir pendaftaran beasiswa biasanya sangat menentukan penilaian apakah kita benar2 layak dapat beasiswa atau tidak. bagi teman2 yang minat mau ikut, bisa nanya2 ke saya, gimana caranya isi formulir ADS ini. moga2 bisa membantu.

beasiswa ke australia (1)

khusus untuk teman2 yang punya niat mau dapat beasiswa studi ke australia (OZ).

Perasaan saya, hanya oz yang 'murah hati' memberikan beasiswa kepada pemuda-i indonesia. setiap tahun paling tidak ada 300 lowongan beasiswa. sebagian besar untuk program master.

tahun ini, lowongan untuk mendapatkan beasiswa dibuka kembali. untuk detailnya bisa dilihat di wesbsite ADS . ADS setia setiap tahun memberikan beasiswa dengan persyaratan yang kurang lebih sama.

beasiswa ADS menyasar (sasarannya) terutama untuk PNS dan karyawan yang bekerja di kota2 kecil dan pedalaman. walaupun mereka concern dengan indonesia bagian timur, tapi banyak juga teman2 dari pulau2 dan kota2 kecil di sumatera dan kalimantan.

yang paling mereka sukai adalah: PNS, wanita, dari pedalaman dan syukur2 punya minat dan skill khusus. Alasannya: yah karena memang sedikit banget untuk kategori ini yang mengenyam pendidikan ke luar negeri.
yang paling tidak mereka sukai adalah: karyawan swasta, pria, dan kerja di Jakarta. Alasannya: yah udah banyak banget bo!

jadi teman2 di natuna punya peluang besar untuk mendapatkan beasiswa ADS ini. Maaf nih..tapi terutama untuk yang pegawai negeri. untuk non-PNS, juga punya kesempatan lebar jika bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat. misalnya aktivis LSM atau NGO bidang perikanan. something like that lah...

tulisan kedua saya akan berisikan tips dan trik mendapatkan beasiswa ADS.