Wednesday, August 06, 2008

membangun natuna dari titik nol (3)


3 foto yang saya pampang di blog ini diambil 5 tahun yang lalu, saat awal2 saya mulai bekerja dan tinggal di ranai. sengaja saya bela-belain beli kamera digital untuk merekam situasi ketika saya menginjakkan kaki di laut sakti rantau bertuah ini.

banyak orang, termasuk saya, yang memimpikan natuna dapat maju lebih pesat lagi jika kita dapat secara bersama-sama memberantas korupsi dan memberangus peredaran narkoba.
jika uang negara (uang rakyat?) dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kemajuan natuna, bukan untuk kekayaan segelintir pejabat dan rekanan-pengusaha, maka natuna bisa menjadi kabupaten terdepan di indonesia.

dengan angka APBD yang fantastis, tentu kita berharap pembangunan daerah yang fantastis juga kan? jangan sampai malah ada beberapa gelintir orang yang fantastis menjadi kaya raya karena memainkan uang2 APBD, sementara yang lain mendapat tetesan dan ampasnya saja.

membangun natuna dari titik nol (2)


tapi apa yang terjadi pada saat-saat pertama saya berdinas di ranai? saya hampir menangis.
aduh bagaikan terlempar jauh ke belakang. tidak bisa pakai hp. tidak ada internet. komunikasi mahal, transportasi susah sekali. barang2 kebutuhan sering tidak ada di pasaran. tidak ada mal, tidak ada keramaian. tidak ada tempat yang dituju selain pantai stress lagi pantai stress lagi. jadi stress beneran...dan penderitaan saya menjadi lengkap ketika ditempatkan di dinas yang saya tidak suka. since i believe they put wrong man in the wrong place. walaupun keberadaan kantor tersebut sangatlah dibutuhkan bagi perkembangan natuna, tapi tidak sesuai dengan latarbelakang, pengalaman dan interest saya.

penderitaan saya menjadi bertambah karena kalah bersaing dengan teman sejawat di kantor saya yang jago lobby kiri kanan atas bawah. sehingga membuat saya hanya bisa melongo setiap hari datang ke kantor tidak jelas harus berbuat apa, sebab semua kegiatan yang ada kode proyek sudah ditanganinya. sehingga saya akhirnya nekat melamar beasiswa dan alhamdullihah diterima.

tapi pelan-pelan rasa senang muncul. 4 bulan pertama di ranai, ternyata sinyal hp sudah bisa beroperasi. jalan-jalan perlahan sudah banyak yang diaspal. transportasi ke luar ranai dibenahi, pesawat hampir setiap hari mondar-mandir ke ranai. ruko-ruko sudah banyak dibangun (walaupun banyak yang tak berlistrik), rumah-rumah nan cantik dan banyak pula yang mewah pun sudah mulai menjamur. barang2 sudah tidak begitu mahal lagi. jalan2 sudah mulai sempit dengan banyaknya mobil2 yang berkeliaran. rasanya senang.

membangun natuna dari titik nol


ada beberapa alasan kenapa saya memutuskan berhenti bekerja di jakarta (dengan gaji yang lumayan besar) kemudian pindah ke ranai, natuna hanya untuk menjadi seorang pegawai negeri.
alasan pertama adalah keluarga. almost all my siblings are not staying-close with our parents. bapak dan ibu saya cuma berdua di sana. tidak ada anak2nya yang tinggal di ranai .

alasan kedua, saya tidak melihat adanya karir yang cemerlang jika bertahan di tempat kerja saya yang lama. sampai tua pun tetap akan bekerja untuk perusahaan. lagian, saya tidak rela membuang waktu berjam-jam gara-gara terkena macet di jakarta. jadi saya pindah ke tempat yang menjanjikan karir dan yang bekerja bukan untuk perusahaan, tapi untuk negara (???). dan pindah ke tempat yang gak ada macet sama sekali.

alasan ketiga, adalah masalah kesempatan. kesempatan untuk mendapatkan beasiswa lebih besar jika kita apply dari daerah. mereka (si pemberi beasiswa itu) akan terenyuh melihat calon mahasiswa yang berasal dari daerah antah-berantah.

alasan keempat, saya ingin sekali melihat perkembangan suatu daerah dari nol. dari mulai tidak ada apa-apanya. rasanya, ada kepuasan bathin jika kita melihat dan merasakan daerah yang semula tidak ada apa-apanya (mudah-mudahan) berubah ke arah yang lebih maju lagi. dan kita tinggal di situ serta memberikan kontribusi walaupun cuma sedikit dalam kemajuan itu.

Sunday, August 03, 2008

agustusan di canberra

kemeriahan agustus sudah melanda canberra sejak dari akhir bulan juli. karena waktu luang yang terbatas, maka acara2 diadakan secara berangsur-angsur pada weekend sabtu dan minggu. dimulai dari minggu lalu, masyarakat indonesia di canberra sudah melakukan pertandingan tenis lapangan dan fun-games di lapangan dalam lingkungan kampus ANU.
ini ada beberapa foto...


balap karung - karungnya kekecilan













makan kerupuk - kerupuknya mahal bo!













tarik tambang - talinya licin sekali...














tapi, justru di situlah kemeriahannya...